Referensi Menanam Lengkuas

- Juni 16, 2017

Referensi Menanam Lengkuas

 
http://tipspetani.blogspot.com/2015/11/artikel-menanam-lengkuas.html
Rimpang yng baik bagi atau bisa juga dikatakan untuk bibit merupakan bagian ujungnya. Pengolahan tanah di lakukan yang dengannya menggemburkan tanah serta dibuat guludan-guludan. Pupuk yng dipakai meliputi pupuk sangkar, kompos, serta pupuk buatan. Pula diharapkan bahan-bahan kimia bagi atau bisa juga dikatakan untuk pemberantasan gulma. Panen di lakukan pada tatkala tanaman berumur 2½ – 3 bulan, serta jangan lebih tua dari umur yang telah di sebutkan, lantaran rimpang akan memiliki kandungan serat kasar yng tak disukai di pasaran.
Perbanyakan tanaman lengkuas bisa mempergunakan potongan rimpang yng telah tua serta bertunas ataupun rimpang anakan, lantas dipecah-pecah menjadi beberapa ruas yang dengannya 2-3 tunas dalam tiap pecahannya ataupun disesuaikan yang dengannya rencana kebutuhannya. Rimpang tua sebaiknya dipilih yng bobotnya 50 gram, serta ukurannya seragam. Rimpang bisa ditunaskan di atas 3- 5 lapisan jerami ataupun alang-alang alang- alang yng dihamparkan di atas tanah. Penyemaian pula bisa di lakukan di atas rak- rak kayu. Penyiraman selama pembibitan hingga bertunas di lakukan bagi atau bisa juga dikatakan untuk memelihara sebagian besar mata rimpang. Pertunasan dianggap cukup bila seluruh ataupun sebagian besar mata rimpang telah tumbuh 1- 2cm, umumnya berumur 3-4 minggu. Seusai rimpang bertunas ataupun dipelihara selam 1-2 bulan, bibit yng pertumbuhannya seragam siap ditanam di lahan. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk proses pembibitan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan sampai-sampai pemanenan lebih mendalam yakni menjadi berikut:
Advertisement
Persyaratan bibit : bibit mempunyai kualitas merupakan bibit yng memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yng tinggi), serta mutu fisik. Yng dimaksud yang dengannya mutu fisik merupakan bibit yng bebas hama serta penyakit. Oleh lantaran itu kriteria yng Perlu dipenuhi yakni: (1) Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). (2) Dipilih bahan bibit dari tanaman yng telah tua (berumur 9-10 bulan). (3) Dipilih juga dari tanaman yng sehat serta kulit rimpang tak terluka ataupun lecet.
Teknik penyemaian bibit: bagi atau bisa juga dikatakan untuk pertumbuhan tanaman yng serentak ataupun seragam, bibit jangan langsung ditanam sebaiknya berlebi dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit bisa di lakukan yang dengannya peti kayu ataupun yang dengannya bedengan.
1) Penyemaian pada peti kayu
Rimpang yng baru dipanen dijemur sementara (tak hingga kering), lantas disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang yang telah di sebutkan yang dengannya tangan dimana setiap potongan mempunyai 3-5 mata tunas serta dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit yang telah di sebutkan dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lantas dicelupkan dalam larutan fungisida serta zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit lantas keringkan. Seusai itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan tips penyemaian yang dengannya peti kayu menjadi berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, lantas di atasnya diberi abu gosok ataupun sekam padi, demikian seterusnya menjadikan yng paling atas merupakan abu gosok ataupun sekam padi yang telah di sebutkan. Seusai 2-4 minggu lagi, bibit yang telah di sebutkan telah disemai.
2) Penyemaian pada bedengan
Buat rumah penyemaian simpel ukuran 10 x 8 m bagi atau bisa juga dikatakan untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian yang telah di sebutkan dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lantas ditutup jerami, serta di atasnya diberi rimpang lantas diberi jerami juga, demikian seterusnya, menjadikan didapatkan 4 susunan lapis rimpang yang dengannya bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan bisa di lakukan yang dengannya penyiraman sehari-hari serta sesekali disemprot yang dengannya fungisida. Seusai 2 minggu, umumnya rimpang telah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih supaya tak terbawa bibit mempunyai kualitas rendah. Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan yang dengannya tangan serta setiap potongan mempunyai 3-5 mata tunas serta bobotnya 40-60 gram.
3) Penyiapan Bibit
Sebelum ditanam, bibit Perlu dibebaskan dari ancaman penyakit yang dengannya tips bibit yang telah di sebutkan dimasukkan ke dalam karung serta dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Lantas bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.
Pengolahan Lahan
1) Persiapan Lahan: Bagi atau bisa juga dikatakan untuk memperoleh hasil panen yng optimal Perlu diperhatikan syarat-syarat tumbuh yng dibutuhkan tanaman. Bila keasaman tanah yng ada tak sesuai yang dengannya keasaman tanah yng dibutuhkan tanaman maka Perlu ditambah ataupun dikurangi keasaman yang dengannya kapur.
2) Pembukaan Lahan: Pengolahan tanah diawali yang dengannya dibajak sedalam tidak lebih lebih dari 30 cm yang dengannya tujuan bagi atau bisa juga dikatakan untuk memperoleh kondisi tanah yng gembur ataupun remah serta membersihkan tanaman pengganggu. Seusai itu tanah dibiarkan 2-4 minggu supaya gas-gas beracun menguap dan bibit penyakit serta hama akan mati di kenai sinar matahari. Andaikan pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum pula gembur, maka bisa di lakukan pengolahan tanah yng kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam serta sekalian diberikan pupuk sangkar yang dengannya dosis 1.500-2.500 kg.
3) Pembentukan Bedengan: Pada daerah-daerah yng kondisi air tanahnya tidak bagus serta sekalian bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan yang dengannya ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan yang dengannya kondisi lahan.
4) Pengapuran: Pada tanah yang dengannya pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, lebih-lebih fosfor (p) serta calcium (Ca) dalam keadaan tak tersedia ataupun susah diserap. Kondisi tanah yng masam ini bisa menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp serta pythium sp. Pengapuran pula berfungsi menambah unsur kalium yng Amat diharapkan tanaman bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengeraskan bagian tanaman yng berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah serta merangsang pembentukan biji.
· Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha.· Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha.· Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.
1) Penentuan pola tanaman: Pembudidayaan secara monokultur pada suatu daerah tertentu memanglah dinilai cukup rasional, lantaran bisa atau mampu memberikan produksi serta produksi tinggi. Akan tetapi di daerah, pembudidayaan tanaman secara monokultur tidak lebih bisa diterima lantaran selalu memicu kerugian. Penanaman secara tumpangsari yang dengannya tanaman lain memiliki keuntungan-keuntungan menjadi berikut:
  • Mengurangi kerugian yng penyebabnya yaitu naik turunnya harga.
  • Mnekan biaya kerja, semisal: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.
  • Menaikan produktivitas lahan.
  • Memperbaiki sifat fisik serta mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).
2) Pembutan lubang tanam: Bagi atau bisa juga dikatakan untuk menghindari pertumbuhan yng tidak bagus, lantaran kondisi air tanah yng tidak baik, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil ataupun alur sedalam 3-7,5 cm bagi atau bisa juga dikatakan untuk menanam bibit.
3) Tatacara penanaman: Tatacara penanaman di lakukan yang dengannya tips melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam ataupun alur yng telah disiapkan.
4) Perioda tanam: Penanaman sebaiknya di lakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September serta Oktober. Hal ini dimungkinkan lantaran tanaman muda akan butuh air cukup tidak sedikit bagi atau bisa juga dikatakan untuk pertumbuhannya. Pemeliharaan
1) Penyulaman: Sekitar 2-3 minggu seusai tanam, hendaknya diadakan pengecekan bagi atau bisa juga dikatakan untuk melihat rimpang yng mati. Bila demikian Perlu segera dilaksanakan penyulaman supaya pertumbuhan bibit sulaman itu tak jauh tertinggal yang dengannya tanaman lain, maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yng baik dan pemeliharaan yng benar.
2) Penyiangan: Penyiangan pertama di lakukan disaat tanaman berumur 2-4 minggu lantas dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Bergantung pada kondisi tanaman pengganggu yng tumbuh. Akan tetapi seusai berumur 6-7 bulan, sebaiknya tak butuh di lakukan penyiangan lagi, karena pada umur yang telah di sebutkan rimpangnya mulai besar.
3) Pembubunan: Tanaman memerlukan tanah yng peredaran udara serta air bisa berjalan yang dengannya baik, maka tanah Perlu digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan bagi atau bisa juga dikatakan untuk menimbun rimpang yng kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Andaikan tanaman masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekitar rumpun yang dengannya jarak tidak lebih lebih 30 cm. Pada bulan selanjutnya bisa diperdalam serta diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan serta sekalian terbentuk system pengairan yng berfungsi bagi atau bisa juga dikatakan untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali di lakukan pembumbunan pada waktu tanaman berbentuk rumpun yng terdiri atas 3-4 batang semu, biasanya pembubunan di lakukan 2-3 kali selama umur tanaman. Akan tetapi bergantung kepada kondisi tanah serta banyaknya hujan.
4) Pemupukan:
a) Pemupukan organik: Pada pertanian organik yng tak mempergunakan bahan kimia salah satunya pupuk buatan serta obat-obatan, maka pemupukan secara organik yakni yang dengannya mempergunakan pupuk kompos organik ataupun pupuk sangkar di lakukan lebih Suka dibanding kalau kita mempergunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini di lakukan pada awal pertanaman pada tatkala pembuatan guludan menjadi pupuk dasar sebanyk 60 – 80 ton per hektar yng ditebar serta dicampur tanah olahan. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk menghemat pemakaian pupuk kompos bisa pula di lakukan yang dengannya jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyk 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya di lakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, serta 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyk 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini umumnya di lakukan seusai kegiatan penyiangan serta bersamaan yang dengannya kegiatan pembubunan.
b) Pemupukan konvensional: Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman butuh diberi pupuk susulan kedua (pada tatkala tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yng dipakai merupakan pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua dipakai pupuk sangkar serta pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; serta ZK 10 gram/pohon), dan K2O (112 kg/ha) pada tanaman yng berumur 4 bulan. Pemupukan pula di lakukan yang dengannya pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), serta K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N serta K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) serta sisanya (2/3 dosis) diberikan pada tatkala tanaman berumur 2 bulan serta 4 bulan. Pupuk diberikan yang dengannya ditebarkan secara merata di sekeliling tanaman ataupun dalam bentuk alur serta ditanam di sela-sela tanaman.
5) Pengairan serta penyiraman: Tanaman lengkuas tak memerlukan air yng terlalu tidak sedikit bagi atau bisa juga dikatakan untuk pertumbuhannya, namun pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan september.
6) Waktu penyemprotan pestisida: Penyemprotan pestisida sebaiknya di lakukan mulai dari tatkala penyimpanan bibit yng bagi atau bisa juga dikatakan untuk disemai serta pada tatkala pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan umumnya dicampur yang dengannya pupuk organik cair ataupun vitamin-vitamin yng mendorong pertumbuhan. Panen
Waktu panen simplisis rimpang lengkuas di tandai yang dengannya berakhirnya pertumbuhan vegetative semisal daun menunjukan gejala kelayuan secara fisiologis. Pada keadaan ini rimpang sudah berukuran optimal serta umur di lahan 10-12 bulan bagi atau bisa juga dikatakan untuk lengkuas. Pemanenan dilakuakn yang dengannya tips membongkar rimpang yang dengannya garpu ataupun cagkul secara hati-hati supaya tak terluka ataupun rusak. Tanah yng menempel pada rimpang di buat bersih yang dengannya tips di pukul pelan-pelan menjadikan tanah terlepas. Pasca panen
1) Pencucian
Rimpang yng sudah di hilangkan batang, daun serta akarnya yang telah di sebutkan lantas di bawa ke tempat pencucian. Rimpang direndam di dalam bak pencucian selama 2-3 jam. Selanjutnya rimpang di cuci sembari disortasi. Seusai bersih, rimpang segera di tiriskan dalam rak-rak peniris selama satu hari. Penirisan sebaiknya di lakukan dalam ruangan ataupun ditempat yng tak di kenai sinar matahari langsung.
2) Perajangan
Perajangan bagi atau bisa juga dikatakan untuk mempermudah pengeringan rimpang lengkuas. Andai lengkuas hendak dikonsumsi dalam keadaan segar maka perajangan tak butuh di lakukan. Serta rimpang bisa segera di manfaatkan seusai di cuci serta ditiriskan. Perajangan bisa mempergunakan mesin ataupun perajang manual. Arah irisan melintng supaya sel-sel yng memiliki kandungan minyak atsiri tak pecah. Serta kadarnya tak menmurun akibat penguapan. Tebal irisan rimpang antara 4-6 mm. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk memperoleh warna serta kualitas lengkus yng tidak jelek alias bagus, seusai perajangan rimpang lengkuas diuapi yang dengannya uap panas ataupun di celup dalam air mendidih selama 1 jam sebelum dikeringkan.
3) Pengeringan
Pengeringan rimpang lengkuas bisa mempergunakan matahari langsung, alat pengering beretenaga sinar matahari, di angin-anginkan, ataupun memakai mesin pengeringan.
· Yang dengannya matahari langsung
Pengeringan di lakukan di tempat cahaya matahari langsung. System ini mempergunakan waktu yng agak lama bergantung intensitas serta lama penyinaran.
· Penmgeringan yang dengannya alat berenergi cahaya matahari.
Masih bergantung pada intensitas cahaya serta lama penyinaran, namun saatnya relative lebih singkat. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk itu, bahan di hamparkan di atas rak pengering.
· Pengeringan yang dengannya mesin
Pengeringan yang dengannya mesin selain lebih cepat pula hasil nya lebih mempunyai kualitas. Hal yng butuh di perhatik an dalam pengeringan yang dengannya mesin pengering ini merupakan suhu pengeringan yng tepat. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk rimpang lengkuas sebaiknya di pakai suhu pengeringan antara 40-60 0c. waktu yng dibutuhkan 3-4 hari.

Sumber rujukan dan gambar : http://tipspetani.blogspot.com/2015/11/artikel-menanam-lengkuas.html.

Seputar Referensi Menanam Lengkuas

 

Cari Artikel Selain Referensi Menanam Lengkuas